Tampilkan posting dengan label Wirausaha. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Wirausaha. Tampilkan semua posting

Minggu, 19 Juni 2011

Mengenal Manusia Wirausaha


Kewirausahawan tidak selalu indentik dengan  watak atau ciri wira usaha bisnis  karena sifat ini juga dimiliki oleh bukan Wirausahawan bisnis.   Jiwa dan sikap kewirausahawan dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif  dan bertindak inovatif.  Karekteristik wira usahawan identik dengan  karakteristik pribadi yang unggul. Banyak orang yang menguraikan karekteristik pribadi unggul wirausaha  tersebut dalam beberapa istilah , seperti perilaku ,ciri ,watak, atau sifat dasar wirausaha

      Dusselman ( 1999)  mengemukakan empat  perilaku  wirausaha  berikut
1)      Inovatif
2)      Kemampuan manejerial, planning, organization , actuating, dan Controlling  ( POAC)
3)      Keberanian untuk menghadapi resiko
4)      Kemimpinan ,mampu memotivasi, melaksanakan  dan mengarahkan tujuan usaha

Mengenai ciri ciri dan karekteristik wirausaha , antara lain

1.     Percaya diri
2.     Berorientasi pada tugas dan hasil
3.     Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka akan tantangan
4.     Memiliki sifat kepemimpinan
5.     keorisinilan:  Inovatif , kreatif serta Fleksibel
6.     berorientasi  kemasa depan

 ada beberapa Sifat dasar dan kemampuan yang biasanya  melekat pada diri seorang wirausaha , diantaranya adalah sebagai berikut

1.     wirausaha adalah seorang pencipta perubahan
2.     Wirausaha adalah  seorang yang selalu  melihat perbedaan, baik antarorang maupun antarfenomena
3.     Wirausaha adalah   orang yang cenderung mudah jenuh  terhadap  segala kemampuan hidup , kemudian bereksperiman  dengan adanya pembauran
 Manusia wirausaha  adalah orang yang memiliki potensi besar untuk berprestasi. 

Secara ideal , dapat  dikatakan bahwa manusia  wirausaha:
1.     mampu menolong dirinya sendiri dalam mengatasi permasalahan hidupnya dalam kondisi  dan situasi apapun
2.     Dengan kekuatan yang ada pada dirinya,  manusia Wirausaha mampu memenuhi  kebutuhan hidup dan mengatasi kemiskinannya, baik lahir maupun batin tanpa bantuan orang lain

Tujuh Karakter dasar  yang perlu dimiliki oleh setiap calon wirausaha  disampaikan  oleh  McGraith & Mac Millan  ( kasali dkk., 2010)
1.     Action oriented , see and go. Seorang Wirausaha adalah  orang yang ingin  segera bertindak  sekalipun situasinya tidak pasti
2.     Simple Thinking:  Seorang wirausaha selalu  berusaha menyederhankan segala sesuatu  meskipun dunia telah berubah  menjadi sangat kompleks.  Mereka selalu melihat  persoalan dengan jernih  dan menyelesaikan  masalah secara bertahap
3.     Selalu Mencari  Peluang peluang baru
4.     Mengejar Peluang  dengan disiplin tinggi.
5.     Hanya mengambil peluang yang terbaik.. Peluang yang terbaik adalah peluang dengan nilai ekonomis tinggi. Sukses setiap orang  ditentukan oleh kebebasan memilih. Pilihan yang terbaik  akan menentukan hasil yang bisa yang dicapai
6.     Fokus pada eksekusi.  Seorang wirausaha tidak mau berhenti  pada eksploitasi atau berputar putar dalam pikiran yang penuh keragu raguan
7.     Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.  Seorang Wirausaha  selalu membangun jaringan  daripada selalu melakukan impiannya sendirian.Untuk itu , ia harus memiliki  kemampuan untuk mengumpulkan orang, memimpin, menyatukan gerak., memotivasi, dan berkomunikasi

Sumber : Kewirausahawan, Unhalu Press


Kamis, 16 Juni 2011

Moral dan Etika dalam Berwirausaha Bisnis


1.    Moral dalam Wirausaha Bisnis
       Memasuki era perdagangan  bebas maka  batas dunia semakin kabur . Hal ini jelas membuat semua  kegiatan saloing berpacu satu sama lain untuk mendapatkan kesempatan  dan keuntungan.  Orang sering menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan tersebut tanpa mengindahkan adanya pihak yang dirugikan ataupu tidak.   Kondisi seperti   ini membuat para wirausahawan bisnis  akan semakin berpacu dengan waktu  serta negara negara lainnya  agar terwujud suatu tatanan perekonimian yang saling menguntungkan . inilah yang menjadi tantangan bagi wirausahawan bisnis kita.
     Moral sangat erat kaitannya dengan agama dan budaya , artinya kaidah kaidah dari moral para  wirausaha bisnis sangat  dipengaruhi ajaran serta budaya yang dimiliki oleh  para wirausahawan bisnis sendiri . Moral lahir  dari orang yang memiliki dan mengetahui ajaran agama dan budaya.  Agama telah mengatur seseorang dalam melakukan hubungan dengan orang  sehingga dapat dinyatakan  bahwa orang yang mendasarkan bisnisnya pada agama akan  memiliki  moral yang terpuji dalam melakukan bisnis.  Berdasarkan ini sebenarnya moral dalam  berwirausaha bisnis tak akan bisa ditentukan  dalam bentuk suatu peraturan yang ditentukan oleh  pihak pihak tertentu. Moral harus tumbuh  dari diri seorang  dengan  pengetahahuan ajaran  agama dan budaya yang dianut  dan dimiliki harus dapat diaplikasikan  dalam kehidupan sehari hari.
Jadi, Moral merupakan suatu yang terpuji  dan pasti  memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Misalnya dalam melakukan transaksi  , jika dilakukan dengan jujur dan konsekuen, jelas kedua belah pihak akan merasa puas dan  memperoleh kepercayaan satu sama lain , yang pada akhirnya akan  terjalin kerjasama  yang erat saling menguntungkan.  Moral dan bisnis perlu terus ada agar  terdapat dunia bisnis  yang benar  benar menjamin tingkat kepuasan , baik pada konsumen maupun produsen.

2.            Etika dalam Berwirausaha Bisnis
         Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan , etika bertindak Sebagai rambu rambu yang merupakan  dalam suatu kelompok . Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika yang  menjamin kegiatan  bisnis yang seimbang ,selaras, dan serasi.
       Etika sebagai rambu rambu dalam  suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya  kepada suatu tindakan yang terpuji yang harus Selalu dipatuhi dan dilaksanakan .Etika dalam bisnis sudah tentu harus disepakati  oleh  orang orang yang berada dalam  kelompok bisnis  serta  kelompok  yang terkait lainnya.
     Dunia bisnis, tidak hanya menyangkut hubungan antara  pengusaha dan pengusaha  , tetapi  mempunyai  kaitan  secara nasional dan internasional.  Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika  dalam berbisnis perlu pembicaraan  yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha ,pemerintah, masyarakat, maupun bangsa lain agar tidak satu pihak saja  yang menjalankan etika  sementara pihak  lain berpijak kepada apa yang mereka inginkan.
    Kebutuhan tenaga dunia bisnis yang bermoral dan beretika saat sekarang ini sudah dirasakan dan sangat  diharapkan  semua pihak apalagi dengan  semakin pesatnya  perkembangan globalisasi di muka bimi ini .  dalam menciptakan  etika berwirausaha bisnis , ada beberapa  hal berikut ini yang perlu di perhatikan.

a.Pengendalian diri.  Pelaku pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing masing  untuk tidak  memperoleh apapun  dari siapapun  dan dalam bentuk apapun .
 b. Pengembangan Tanggung Jawab sosial
  c.  Mempertahankan jati diri dan tidak mudah terombang ambing oleh pesatnya perkembangan Ilmu informasi dan teknologi.
  d. Menciptakan persaingan yang sehat .
  e.. Menerapakan konsep  pembangunan berkelanjutan.  Dunia Bisnis seharusnya tidak memikirkan keuntungan hanya pada saat  sekarang,  tetapi perlu memikirkan bagaimana  dengan keadaan dimasa datang . Berdasarkan hal ini, jelas wirausaha  bisnis dituntut untuk tidak  mengeksploitasi lingkungan  dan keadaan saat sekarang semaksimal mungkin  tanpa mempertimbangkan lingkungan  dan keadaan  dimasa  yang akan datang walaupun saat sekarang
f.   Menghindari sifat 5k ( katabelece,kongkalikong, koneksi, kolusi, dan komisi)
g.   Mampu menyatakan yang benar itu benar.
h.  Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan  pengusaha kuat dan  golongan pengusaha ke bawah.
i.   konsekuen dan  konsisten dengan aturan main yang  telah disepakati bersama.
j. Menumbuhkembangkan kesadaran  dan rasa memiliki  terhadap apa yang telah disepakati.
j. Perlu adanya  sebagian etika wirausahawan bisnis  Yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang undangan.

Sumber : Kewirausahawan,  Unhalu Press