Selasa, 14 Desember 2010

Samudra Pasai : Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia



          Kerajaan  Samudra  Pasai merupakan kerajaan Islam Pertama Di Indonesia.   Kerajaaan itu merupakan Hasil proses  Islamisasi di daerah pantai yang pernah disinggahi Oleh para pedagang muslim dari Arab , Persia , dan India   Sejak abad Ke  7 dan  8 M.. Munculnya kerajaan itu disebabkan oleh kemunduran kerajaan maritime Sriwijaya.. Kerajaan Samudra Pasai didirikan oleh Malikul  Saleh.   Sebelum menganut  agama Islam , ia bernama Merah  Sile atau Marah Selu , Putra Marah Gajah yang merupakan seorang bangsawan dari Pasai (  Marah merupakan  gelar para bangsawan di Pasai) .  Kerajaan  Samudera Pasai Terletak di Muara sungai Peusangan di pesisir  Timur Aceh.  
        Raja Pertama Kerajaan Samudera Pasai adalah  Malikul  saleh.  Pada Masa pemerintahannya , kerajaan Samudera Pasai berkembang  menjadi  besar dan penting artinya bagi perdagangan mancanegara.   Kerajaan Samudra Pasai  dapat berkembang  menjadi besar karena terletak di Jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan dunia, yaitu perairan Selat Malaka.   Oleh karena itu , banyak pedagang  dari India, Gujarat, dan   Cina datang Ke Samudera Pasai.
      Berkat kemajuan Perdagangan  ,  Samudra Pasai  berkembang menjadi kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang kuat. Guna memperluas pengaruhnya , Sultan Malikul  Saleh Berupaya menguasai daerah Pedalaman  .  Daerah yang berhasil dikuasai  , antara lain Tamiang,  Perlak, dan Takus.  Daerah tersebut   akhirnya masuk Islam.   Setelah Malukul Saleh  Wafat, ia  dimakamkan di Samudra Pasai. Di atas makamnya di bangun batu nisan yang bercirikan Islam.   Batu Nisan Tersebut berangka tahun 635 Hijriah  atau 1297 Masehi.  Batu  nisan Inilah yang menjadi Petunjuk bagi kita bahwa Samudera Pasai merupakan Kerajaan Islam Pertama di Indonesia . Penggantinya adalah putranya yang Bernama Malikul Tahir.  Pada masa pemerintahannya  , singgah seorang musafir dari Maroko yang bernama Ibnu Batutah.. Kemudian Sultan Malikul Tahir digantikan oleh Malik As Zhahir .  Malik As ahaleh  memiliki dua orang putra yang bernama  Malik Al Mahmud dan  Malik al Mansyur.  Ketika Masih kecil Keduanya diasuh oleh Sayid Ali Ghiatuddin dan Sayid Asmayuddin.   Kedua orang putranya itulah yang kelak mewarisi takhta kerajaan dan kedua pengasuhnya itu menjadi perdana menteri.  Ibu kota kerajaan Samudera Pasai  pernah di Lhoksumawe.
         Kehidupan Sosial Masyarakat kerajaan Samudera Pasai diatur  berdasarkan ajaran  Islam atau hukum  Islam. Dalam  Pelaksanaanya terdapat banyak persamaan dengan  kehidupan Sosial Masyarakat arab.   Hal itu disebabkan oleh pengaruh dari para pedagang Islam  dari Persia, Arab,  dan India yang sejak  abad ke 7 dan abad ke 8 telah  singgah di Samudra Pasai.  Karena kehidupan  sosial kerajaan Samudra Pasai mempunyai banyak persamaan dengan kehidupan sosial masyarakat Arab,  Sehingga daerah itu  mendapat julukan Serambi Mekah.
           Kehidupan Ekonomik kerajaan samudra Pasai menitikberatkan Kepada  sektor perdagangan , Karena Kerajaan Samudra Pasai terletak di Jalur  Pelayaran dan Perdagangan Dunia , Yaitu Selat Malaka.  Keadaan itu juga sangat mendukung kreativitasnya  masyarakatnya untuk terjun Langsung ke Bidang Perdagangan .    Pada masa Pemerintahan malik Al saleh , Kerajaan Samudera Pasai berkembang menjadi Kerajaan yang makmur dan memiliki pertahanan yang sangat kuat . Guna mengamankan diri dari serangan kerajaan Siam yang daerahnya meliputi semenanjung Malaya,  Kerajaan Samudra Pasai mengadakan hubungan langsung dengan  Kerajaan Cina. 
        Perkembangan ekonomi masyarakat Kerajaan Samudra Pasai yang Sangat Pesat menjadi  perhatian dan sekaligus menjadi incaran dari kerajaan lain  sekitarnya .  Setelah Kerajaan Samudra Pasai dikuasai  Oleh kerajaan Malaka, maka  pusat perdagangan di pindahkan ke Bandar Malaka.
          Sebagai Kerajaan Maritim,  Samudra Pasai tidak ditemukan peninggalan budaya. Benda hasil kebudayaan di Kerajaan Samudra Pasai , Seperti  batu nisan atau  jirat putri raja Pasai yang didatangkan dari Gujarat.  Jadi Kerajaan samudra Pasai  tidak ditemukan  hasil budaya masyarakat asli setempat.

Sumber:
Sejarah 2 SMA/MA  , Penerbit Bumi Aksara
Pengetahuan Sosial  Sejarah Untuk Kelas 1 SMP /  Mts,  Tiga Serangkai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar